Bayangkan kalau setiap kawasan industri di Indonesia punya komitmen kuat untuk jaga lingkungan. Bukan cuma omong doang, tapi langsung action nyata. Nah, baru-baru ini, kolaborasi DLH dan Jababeka tanam pohon karet DAS Kali Cikarang jadi bukti nyata bahwa hal itu mungkin banget.
Di tengah hiruk-pikuk industri Bekasi yang padat, ada aksi keren yang bikin hati adem. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bareng PT Jababeka Infrastruktur tanam puluhan pohon karet kuning di sepanjang sub DAS Kali Cikarang. Ini bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan tema “Menuju Indonesia Bebas Sampah 2040”.
Kerennya, aksi ini nggak sendirian. Mereka kolaborasi untuk bikin area sungai lebih hijau, cegah erosi, dan kurangi risiko banjir yang sering bikin warga resah. Kalau kamu tinggal di Bekasi atau sekitarnya, pasti tahu betapa pentingnya menjaga Kali Cikarang. Sungai ini sering jadi korban pencemaran dan banjir karena perkembangan industri yang pesat.
Aksi sederhana seperti tanam pohon ini bisa berdampak besar loh. Yuk, kita bahas lebih dalam kenapa kolaborasi DLH dan Jababeka tanam pohon karet DAS Kali Cikarang ini patut diapresiasi dan jadi inspirasi buat kita semua.
Apa Sih Detail Acara Penanaman Pohon Ini?
Acara ini digelar baru-baru ini, tepat di kawasan sub DAS Kali Cikarang yang dikelola Jababeka. Puluhan pohon karet kuning ditanam langsung di bantaran sungai. Jenis pohonnya dipilih khusus karena akarnya kuat dan cocok untuk stabilkan tanah.
Kepala DLH Kabupaten Bekasi bilang, “Persoalan sampah dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Penanaman pohon jadi bagian penting karena nggak cuma urus sampah, tapi juga bikin ekosistem lebih sehat.” Sementara dari pihak Jababeka, mereka tekankan bahwa ini bagian dari komitmen CSR mereka untuk kawasan hijau.
Bayangin aja, tim dari kedua belah pihak turun langsung ke lapangan, gali tanah, tanam bibit, dan siram bareng. Nggak ada yang cuma duduk di kantor. Aksi ini juga libatkan tenant dan masyarakat sekitar, bikin suasana makin seru dan kolaboratif
Kenapa DAS Kali Cikarang Butuh Aksi Seperti Ini?
Kali Cikarang itu sungai penting di Kabupaten Bekasi. Dia mengalir melewati kawasan industri padat seperti Jababeka dan sekitarnya. Tapi, karena perkembangan pesat, sungai ini sering menghadapi masalah serius.
Pertama, erosi tanah di bantaran sungai. Tanpa vegetasi kuat, tanah gampang longsor pas hujan deras. Kedua, banjir. Bekasi kan terkenal rawan banjir, apalagi kalau sungai sempit dan banyak sampah. Ketiga, pencemaran air dari limbah industri dan rumah tangga.
Penghijauan seperti kolaborasi DLH dan Jababeka tanam pohon karet DAS Kali Cikarang ini jadi solusi pintar. Pohon-pohon baru akan bantu serap air hujan, ikat tanah, dan filter polutan alami. Hasilnya? Risiko banjir turun, air lebih bersih, dan udara lebih segar.
Belum lagi, area industri seperti Cikarang butuh keseimbangan. Pabrik banyak, polusi tinggi, jadi butuh ruang hijau untuk netralin karbon. Aksi ini bukti bahwa industri dan pemerintah bisa bareng-bareng jaga alam.
Pohon Karet Kuning: Pilihan Cerdas untuk Bantaran Sungai
Kenapa sih pilih pohon karet kuning alias karet kebo (Ficus elastica)? Bukan tanpa alasan loh. Pohon ini punya banyak kelebihan yang pas banget untuk area DAS.
Ini beberapa manfaat utamanya:
- Akar kuat banget — Bisa ikat tanah di bantaran, cegah erosi dan longsor. Cocok untuk area sungai yang rawan ambles.
- Serap polutan udara — Daun lebarnya efektif nyerap CO2 dan polusi, bikin udara lebih bersih di sekitar industri.
- Produksi oksigen tinggi — Satu pohon dewasa bisa hasilkan oksigen untuk beberapa orang sehari-hari.
- Tahan banting — Mudah tumbuh di tanah marginal, tahan panas, dan nggak butuh perawatan ribet.
- Estetika bonus — Daun hijau mengkilap bikin area sungai lebih cantik dan asri.
Dibanding pohon lain, karet kuning ini lebih cepat besar dan memberikan naungan cepat. Dalam beberapa tahun, bantaran Kali Cikarang bisa jadi lebih rindang dan aman.
Komitmen Jababeka: Bukan Sekali Ini Doang
Jababeka bukan newcomer di urusan lingkungan. Kawasan industri ini sudah lama punya program CSR keren untuk go green.
Beberapa contohnya:
- Tanam ratusan pohon bareng tenant dan partner seperti Forest For Life Indonesia.
- Program Ecoweek dengan tanam ribuan mangrove di muara.
- Raih penghargaan PROPER Hijau dari KLHK berkali-kali.
- Bangun ruang terbuka hijau luas di tengah kawasan mandiri mereka.
Kolaborasi DLH dan Jababeka tanam pohon karet DAS Kali Cikarang ini cuma salah satu dari banyak aksi mereka. Mereka bukti bahwa perusahaan besar bisa untung sekaligus jaga bumi. Malah, Menteri LHK pernah apresiasi Jababeka sebagai kawasan industri hijau teladan.
Ini inspirasi buat perusahaan lain. Kalau semua ikutan, Indonesia bisa lebih cepat capai target netral karbon.
Dampak Jangka Panjang yang Bikin Optimis
Aksi tanam pohon ini nggak cuma simbolis. Dampaknya bakal terasa bertahun-tahun.
Bayangin dalam 5-10 tahun: Bantaran Kali Cikarang hijau rindang, banjir jarang terjadi, ikan kembali muncul di sungai, dan warga sekitar punya tempat rekreasi alami. Udara lebih sejuk, polusi turun, dan ekosistem pulih.
Buat masyarakat Bekasi, ini berarti hidup lebih nyaman. Nggak lagi was-was tiap musim hujan. Buat industri, reputasi hijau bikin lebih sustainable dan atraktif buat investor.
Intinya, kolaborasi seperti ini nunjukin bahwa kecil-kecilan action bisa bikin perubahan besar kalau dilakukan bareng-bareng.
Yuk, Kita Juga Ikut Aksi!
Kamu nggak harus perusahaan besar untuk berkontribusi. Mulai dari hal sederhana aja:
- Tanam pohon di halaman rumah atau komunitas.
- Buang sampah pada tempatnya, kurangi plastik sekali pakai.
- Ikut kegiatan lingkungan lokal, seperti bersih sungai.
- Dukung produk dari perusahaan ramah lingkungan.
Kalau setiap orang action, bayangin betapa hijaunya Indonesia nanti.
Penutup: Langkah Kecil Menuju Bumi Lebih Baik
Kolaborasi DLH dan Jababeka tanam pohon karet DAS Kali Cikarang ini contoh nyata bahwa pemerintah dan swasta bisa sinergi untuk lingkungan lebih baik. Dari puluhan pohon karet kuning yang ditanam, harapannya lahir ribuan manfaat untuk generasi mendatang.
Aksi seperti ini bikin kita optimis. Masih banyak harapan untuk bumi kita, asal kita mau bareng-bareng jaga. Kamu tertarik ikut aksi serupa? Share di komentar yuk, pengalamanmu jaga lingkungan apa?


